Jumat, 23 September 2011

Cerpen


Idul Fitri Bahagia
 
               Langit  terlihat gelap gulita. Hanya di terangi oleh Bulan dan bintang yang terlihat sangat indah di atas sana. Dari kejauhan tempak seorang anak yang sedang termenung sendirian di teras rumahnya yang penuh dengan bingkai bunga.
                “Huh kenapa sih Ramadhan ini terasa berjalan cepat sekali?” renung anak itu dengan wajah kusam.
                 “Carissa! sudah malam nak! ayo masuk” ternyata anak itu bernama  Carissa. yang dari tadi hanya duduk termenung sendirian sambil mendengarkan suara takbir dari masjid.
                 “Iya mah! Carissa segera masuk!” seru Carissa sembari bangkit dari renungannya dan melangkahkan kakinya menuju rumah.
                 “ Carissa besok mau pakai baju baru yang pertama atau kedua?” tawar  mamah sambil menunjukan kedua baju baru Carissa.
                 “Yang ke-satu aja deh mah” Gumam carissa
                 “ya udah nih! sudah mamah setrika loh!” mamah mengulurkan tangannya lalu memberikan baju yang bercorak bunga itu kepada Carissa, Carissa hanya melemparkan senyum kepada mamahnya.                                                                                                    “Allohuakbar, Allohuakbar, Allohuakbar Laila hailalloh hualloh hu akbar “ Suara takbir telah berkumandang sangat keras. Carissa  and family beranjak pergi ke Masjid dengan di hiasi bau baju barunya . usai sholat Ied Carissa dan keluarga langsung menaiki mobil APV nya untuk menempuh perjalanan lama menuju rumah embah nya di Bandung.                                
                 “Tin! Tin!” mobil berdesak-desakan untuk mendapatkan jalan secepat mungkin. Satu jam sudah akhirnya mobil APV merah itu berjalan dengan lancar. tak terasa mobil itu telah parkir di depan rumah yang bercat Hijau itu. Carissa bergegas turun dari mobil dan langsung dapat kecupan manis dari kedua kakek neneknya yang dari tadi sudah menunggu kedatangannya.
                 “eh cucu nenek sudah dating! wah baju barunya bagus sekali” puji nenek.
        “iya dong cucu nenek gitu lho!”. keesokan harinya mereka sekeluarga berangkat menuju taman kota Bandung. di sana Carissa memasang kembang apinya dan semuanya bertepuk tangan. setelah itu mereka sekeluarga mengunjungi Gedung sate. banyak pedagang kaki lima yang berjualan di situ. Carissa tak mau kalah untuk menyicipi jajanannya. tak lupa mereka juga ke taman bunga. Carissa memetik semua jenis bunga yang terdapat di sana. sudah sore rupanya kelurga Carissa beranjak pulang ke rumah dengan menyimpan rasa bahagia di beluk hatinya. sesampainya di rumah Carissa membuka buku diarinya. ia tersenyum-senyum sendiri membaca pengalamannya yang tertulis di buku diarinya selama ini. lalu ia membuka halaman kosong di buku diarinya dan menulis pengalamannya yang berjudul “Idul Fitri Bahagia”

Karya : Annisa Amani Mufida
Kelas  : Kelas V Cerdas

Asyiknya Liburan Ramadhan


Asyiknya Liburan Ramadhan
Hai, namaku Ratna, nama lengkapnya Ratna Sari Dewi. Aku lahir di ibu kota Riau, tepat Pekanbaru. Di sini aku juga menjlankan ibadah puasa, seperti di kota-kota lainya. Esok aku akan merayakan idul Fitri, aku sudah mempersiapkan semuanya, mulai dari mempersiapkan mukena dan baju pun sudah ku siapkan. Ada yang istimewa di tahun ini, aku telah berpuasa lengkap 30 hari. To the point
Hari ini aku dan teman-temanku akan beramai-ramai mengikuti acara pawai obor di dekat rumahku. Katanya mulainya ba’da isya’. Dan oh ternyata sudah isya aku belum sholat. Aku pun segera mengambil air wudlu dan segera melaksanakan sholat isya.
“Ratna…Ratna…”, panggil teman-temanku
“Iya sebentar”, jawabku
Aku segera melipat mukenaku, dan segera memakai kerudungku yang berwarna cokelat, aku segera keluar menghampiri teman-temanku yang sangat banyak.
“hai, ayo aku sudah siap, lho Alya ngga ikut?” tanyaku
“ Ada itu naik sepeda!”jawab Eri
“oh, emang boleh ya naik sepeda?”
“boleh” jawab semua temanku
“ ha gimana kalau kita pakai sepeda aja!” usulku
“boleh juga tuh!” jawab Safira
“tapi aku ngga boleh bawa sepeda!” kata Elisa
“ya udah ngga papa, nanti kamu bonceng aku aja!” jawab ku
“ngga papa nih?” Tanya Elisa
“ngga papa kok Lis” jawabku
“ ya udah, aku nurut aja” kata Elisa
Sementara aku, Elisa dan Alya menunggu di depan pos ronda teman-temanku yang lain mengambil sepeda.
“Nah itu dia!” pekik Alya
Memang dari kejauhan seperti itu sepeda teman-temanku, tapi di keranjangnya banyak sekali barang. Ya memang aku dan teman-temanku janjian kalau mau beli sepeda harus sepeda perempuan, atau yang lebih di kenal sebagai sepeda berkeranjang.
SREEEEEEEEEEEEEEET
Terdengar bunyi rem sepeda teman-temanku. Dan semua barang yang ada di keranjangnya jatuh semua.
“eh kok kamu bawa jajan banyak sekali?” Tanyaku
“iya nanti kalau capai aku akan memakanya,” jawab Eri
“Hah, dasar Eri tukang makan!” kata Elisa
“sudah yuk, berangkat nanti keburu telat lagi!” kata Alya
“ya……”
Sekitar 3 menit dari pos ronda ke masjid akhirya sampai juga. Dan ternyata di masjid sudah sepi. Kami segera sadar bahwa kami sudah terlambat, sekarang sudah jam 08.10, kami terlambat sepuluh menit, kalau di perkirakan 10 menit berjalan kaki dari masjid berarti baru sampai warung bakso Bu Sarmini. Kami segera mengencangkan langkah sepeda kami, tidak ada 10 menit kami sudah sampai disana. Di sana ramai sekali banyak orang. Kami pun di hampiri seseorang yang sudah bertahun-tahun kami kenal, mas Deden.
“eh kok kalian lama sekali kami sudah khawatir lho!” kata mas Deden
“Ih mask ok lebay banget sih, kaya anak cewek deh!”
“iya.. iya, oh silahkan kalian makan bekalnya!”, kata mas Deden sambil melirik Eri
Eri yang mengetahui hal tersebut langsung mencubit mas Deden
“AWWWWW” jerit mas Deden
“kan mulai lagi nih anak cewek nya” Eri balik mengejek
HAHAHAHA
Ah puas sekali rasanya melihat canda tawa teman-temanku, Asyiknya liburan Ramadhan. 
Karya : Mardiah  Nurul Lathifa
Kelas  : Kelas V Cerdas