Idul Fitri Bahagia
Langit terlihat gelap gulita. Hanya di terangi oleh
Bulan dan bintang yang terlihat sangat indah di atas sana. Dari kejauhan tempak
seorang anak yang sedang termenung sendirian di teras rumahnya yang penuh
dengan bingkai bunga.
“Huh
kenapa sih Ramadhan ini terasa berjalan cepat sekali?” renung anak itu dengan
wajah kusam.
“Carissa! sudah malam nak! ayo
masuk” ternyata anak itu bernama
Carissa. yang dari tadi hanya duduk termenung sendirian sambil
mendengarkan suara takbir dari masjid.
“Iya mah! Carissa segera
masuk!” seru Carissa sembari bangkit dari renungannya dan melangkahkan kakinya
menuju rumah.
“ Carissa besok mau pakai baju
baru yang pertama atau kedua?” tawar
mamah sambil menunjukan kedua baju baru Carissa.
“Yang ke-satu aja deh mah”
Gumam carissa
“ya udah nih! sudah mamah
setrika loh!” mamah mengulurkan tangannya lalu memberikan baju yang bercorak
bunga itu kepada Carissa, Carissa hanya melemparkan senyum kepada
mamahnya. “Allohuakbar,
Allohuakbar, Allohuakbar Laila hailalloh hualloh hu akbar “ Suara takbir telah
berkumandang sangat keras. Carissa and
family beranjak pergi ke Masjid dengan di hiasi bau baju barunya . usai sholat
Ied Carissa dan keluarga langsung menaiki mobil APV nya untuk menempuh
perjalanan lama menuju rumah embah nya di Bandung.
“Tin! Tin!” mobil
berdesak-desakan untuk mendapatkan jalan secepat mungkin. Satu jam sudah
akhirnya mobil APV merah itu berjalan dengan lancar. tak terasa mobil itu telah
parkir di depan rumah yang bercat Hijau itu. Carissa bergegas turun dari mobil
dan langsung dapat kecupan manis dari kedua kakek neneknya yang dari tadi sudah
menunggu kedatangannya.
“eh cucu nenek sudah dating!
wah baju barunya bagus sekali” puji nenek.
“iya dong cucu nenek gitu lho!”.
keesokan harinya mereka sekeluarga berangkat menuju taman kota Bandung. di sana
Carissa memasang kembang apinya dan semuanya bertepuk tangan. setelah itu
mereka sekeluarga mengunjungi Gedung sate. banyak pedagang kaki lima yang
berjualan di situ. Carissa tak mau kalah untuk menyicipi jajanannya. tak lupa
mereka juga ke taman bunga. Carissa memetik semua jenis bunga yang terdapat di
sana. sudah sore rupanya kelurga Carissa beranjak pulang ke rumah dengan
menyimpan rasa bahagia di beluk hatinya. sesampainya di rumah Carissa membuka
buku diarinya. ia tersenyum-senyum sendiri membaca pengalamannya yang tertulis
di buku diarinya selama ini. lalu ia membuka halaman kosong di buku diarinya
dan menulis pengalamannya yang berjudul “Idul Fitri Bahagia”Karya : Annisa Amani Mufida
Kelas : Kelas V Cerdas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar