Jumat, 16 Oktober 2009

Hayooo ...! Makanya, Jangan Berebut!

Ada tiga orang anak bernama Wida, Lira, dan Mita. Mereka adalah saudara kandung. Wida anak pertama, Lira anak kedua, dan Mita anak terkahir.
Wida dan Lira sering sekali menghina Mita, dan tak memperbolehkan Mita ikut main dalam permainan-permainan mereka. Kata Wida dan Lira, Mita masih terlalu kecil. Padahal, Mita hanya berbeda dua tahun dengan Lira.
Suatu saat, Wida, Lira, dan Mita sedang berjalan-jalan. Sebenarnya, Mita tidak boleh ikut jalan-jalan oleh Wida dan Lira, tapi kalau Mita tidak diperbolehkan ikut, Bunda pasti marah. Terpaksa deh, Wida dan Lira memperbolehkan Mita ikut.
Di perjalanan, Mita menemukan seekor kucing kecil yang lucu dan imut-imut. Mita mendekati kucing itu, lalu membelai kepala kucing kecil itu. Kucing yang di temukan Mita mendekati Mita perlahan-lahan. Mita tersenyum pada kucing lucu itu.
Kucing yang di temukan Mita itu tubuhnya kurus kecil, bulunya lebat (tapi bukan kucing angora), dan wajahnya imut-imut lucu.
"Kak Wida, Kak Liraaa ...!" Mita memanggil kedua kakaknya.
Wida dan Lira menghampiri Mita.
"Ada apa sih?" tanya Wida sebal.
"Aku menemukan kucing, Kak!" jawab Mita riang.
"Iiih ... lucu banget! Pasti kucing ini akan jadi milikku!" seru Lira sambil membelai kucing itu.
"Tidak, Lira! Aku yang paling tua! Kucing ini akan jadi milikku!" Wida tak mau kalah.
Mita hanya memandang Wida dan Lira tak berkedip. Akhirnya, Wida dan Lira bertengkar serta berebutan.
"Kucing itu milikku!" seru Lira.
"Tidak, dia milikku!" elak Wida.
"Enak saja! Itu kucing milikku!" marah Lira.
"Milikku!" seru Wida.
"Itu milikku!"
"Milikku!"
"Milikku, Lira! Sudah cukup, titik! Kucing itu milikku!"
Wida dan Lira terus saja berebutan, sementara si kucing lucu itu merapat ke kaki Mita. Mita menggendong kucing itu, lalu membawanya pulang ke rumah.
Beberapa saat kemudian setelah Mita pulang ke rumah, Wida dan Lira berhenti bertengkar dan berebutan. Mereka menengok ke arah Mita tadi berada.
"Wah! Mita hilang!" pekik Lira.
"Dan kucing itu! Kucing itu pasti dibawa Mita! Dasar Mita-Cengeng-Jelek-Banget!" hina Wida.
Lalu, Wida dan Lira pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah, Bunda memarahi Wida dan Lira.
"Mengapa kalian bertengkar dan berebutan?!" tanya Bunda marah.
"Kucing itu milikku, Bunda!" jawab Lira.
"Bukan, milikku!" seru Wida.
Bunda menggeleng-gelengkan kepalanya. Beliau menatap Mita yang sedang asyik bermain bersama si kucing.
"Anak-anak, asal kalian tahu, ya. Kucing itu milik Mita. Kan, Mita yang menemukan. Kucing itu juga senang pada Mita." Kata Bunda. "Nah, kan. Makanya, jangan berebutan!"
"Kak, sini Kak, main sama Kulu. Kulu nama kucingnya. Kak, kucing ini milik kita bertiga, kok!" seru Mita tiba-tiba.
"Nah, kan. Mita baik. Minta maaf sama Mita, sana!" suruh Bunda.
Wida dan Lira segera minta maaf pada Mita. Mita memaafkan, bahkan kata Mita, ia tak dendam pada kedua kakaknya.
Akhirnya, Wida, Lira, dan Mita bermain bersama Kulu dengan senang, asyik, dan bahagia.

Karya:Alsyabilla S. Virenlish


Tidak ada komentar: