Jumat, 18 Januari 2013

Cerpen 3



Tahun Yang Menyedihkan
Karya Elvin Edsa Caesarani 
Kelas 5 Tabligh 
SD Al Irsyad 02 Purwokerto.



            
Pagi yang cerah pada tanggal 31 Desember 2012,orang-orang menyiapkan untuk pesta malam nanti. Semua hiasan untuk malam nanti,menghabiskan uang lebih dari 1 juta.
“Navina,nanti malam ke pesta tahun baru,yuk!” ajak Chizi.
“Ayo! Aku ingin nonton! Pasti bagus dan sangat meriah..” jawab Navina.
“Navina,Chizi! Kita kan islam,dilarang nonton pesta begitu!” sambung Suci.
“Ah,sok menasehati kamu,Suci! Suka-suka kita,dong…” marah Chizi.
“Iya,tuh Suci!” bentak Navina.
“Ya sudah,kalau kalian tidak mau mendengarkan…”isak Suci sambil berlari ke rumahnya.
“Eh,Chizi..Nanti kita ke pestanya jam berapa?” Tanya Navina.
“Em..Jam 9 malam ” jawab Chizi.
“Chizi,aku mau pulang dulu,ya! Sebentar lagi,aku harus makan siang..” pamit Navina.
“Oke! Jangan lupa,untuk pesta mlam nanti!” jawab Navina.
“Bye,bye Chizi!” teriak navina sambil berlari menuju rumahnya.
            Sesampainya di rumah,Navina meminta izin ke bundanya untuk ikut pesta tahun baru malam nanti.Bunda setuju,asal jangan lebih dari jam 11 malam.
“Makasih ya Bunda,sudah mengizinkan!!” kata Navina.
“Iya,Navina..Tapi,ingat ya jangan pulang kemalaman…Ingat itu!” nasehat Bunda.
“Oke,Bunda! Aku sama Chizi,kok!” jawab Navina.
   Ketika malam,jam 20.00….
“Bunda,tolong carikan baju pestaku yang warna ungu,dong!” kata Navina.
“Ini,bajunya…” jawab Bunda sembari mengasihkan baju Navina.
“Hmm…Gelang yang ungu juga dong!’ kata Navina yang menyuruh Bundanya.
“Lho,bukannya sudah kamu kasihkan ke saudaramu?” Tanya Bunda yang heran.
“Oh iya,ya..Aku lupa..”ingat Navina.
   Tiba-tiba,bel rumah Navina berbunyi. “Ting…Tong…”
“Chizi…” kata Navina sambil membuka pintu rumahnya.
“Wow! Kamu cantik sekali…”puji Chizi.
   Akhirnya,mereka pun berangkat ke tempat pesta.Tempatnya,tak jauh dari rumah Navina.Tiba-tiba,ada mobil yang melaju degan kecepatan yang tinggi.Ketika itu,Navina dan Chizi sedang menyebrang.Mereka saking asyiknya mengobrol,mereka tak tahu kalau ada mobil. “BRAAKK!!” suara kecelakaan.Mobil itu langsung kembali berjalan,tanpa bertanggung jawab atas kecelakaan itu. Chizi dan Navina ditabrak oleh mobil itu.
“Navina,Chizi!!’ teriak Suci. Suci langsung menelepon rumah sakit.
  Ambulance pun datang.Suci,Bunda Chizi dan Bunda Navina pun langsung menaiki ambulance.
  Setelah diperiksa….
“Maaf,Bu anak ibu tidak bisa tertolong lagi…” kata dokter.
Inalillahi wa innalillahi ro’jiun
..Navina,dan Chizi…” kata bunda Navina.
  Bunda Chizi hanya bisa menahan tangis.
“Bolehkah saya melihat anak saya” Tanya Bunda Chizi kepada dokter.
  Dokter hanya mengangguk.Suci,Bunda Chizi dan Bunda Navina pun masuk ke dalam ruangan.
“Maaf,Bunda Navina,dan Bunda Chizi,saya sebagai temannya tidak bisa menasehatinya…” ungkap Suci.
“Tidak apa-apa,Suci…” jawab Bunda Chizi.
  Esoknya,Chizi dan Navina dikuburkan… Tepatnya pada tanggal 1 Januari,2013.
                
  

Cerpen 2



TAHUN BARU MASEHI
Karya:Naura Chandra Aqilla
Kelas:5 shidiq


                Siang itu,Diana,Lita, dan Putri pergi ke alun – alun dengan tujuan ingin menyambut tahun baru masehi 2013.Mereka menuju ke alun – alun menaiki sepeda masing – masing.Setibanya di alun – alun,Diana,Lita, dan Putri membeli kembang api,mercon dan sebagainya.Di jalan,mereka bertemu Nadia dan Farah, mereka pun berkata “Nadia,Farah mau ikut kami tidak?””kemana?sepertinya kami tidak bisa,kami mau ke masjid,kami ingin mengikuti pengajian”jawab Nadia lantang.
                “Kalian mau apa di masjid?ikut aja sama kita.Pengajian?udah gak jaman kali...”kata putri.”ya sudah,kami ke masjid dulu ya..”Nadia dan Farah pun pergi ke masjid takut telat ke pengajian.Setelah selesai pengajian Nadia dan Farah pun mengambil air wudhu dan shalat maghrib.Selesai shalat maghrib mereka pun menuju ke tempat Diana,Lita, dan Putri,karena Diana,Lita dan Putri tau Nadia dan farah menghampiri mereka, mereka berkata”udah selesai pengajiannya?yuk ikut kami , kan hari sudah malam.Jadi tidak ada alasa lagi dong..”ucap diana.
                “Walaupun hari sudah malam,kami tak mau ikut.Ibu dan ayah kami sudah menunggu di rumah.Kalau kami ikut nanti kami terkena dosa dari Allah SWT” kata Nadia.”Dosa lagi dosa lagi.Kalian gak usah takut dosa!kiamat kan masih lama”giliran Lita menjawab.”Ya sudah kami hanya mengingatkan.Kami pamit.Assalamualaikum..”salam Farah dan Nadia .”Waalaikumsalam”jawab mereka asal – asalan.
                Nadia dan Farah pun pergi meninggalkan Dinda,Lita dan Putri .Sementara Dinda dan dua temannya masih bermain main di alun – alun sambil menunggu tahun baru masehi sampai larut malam .Keesokan harinya,tepatnya pada 1 januari 2013 Lita dan kawan – kawan nya dikabarkan sakit typus di rumah sakit.Karena semalaman mereka tak tidur juga tidak makan .Mereka hanya bermain main .
                Mereka pun menuju rumah sakit.
Saat di depan pintu kamar Diana mereka mengucapkan salam dan menjenguknya. Tak lupa di kamar lita dan putri.mereka meminta maaf kepada nadia dan farah , semua ini adzab dari allah.karena mereka tidak mau mendengarkan kata nadia dan farah. Semenjak itu mereka menjadi sahabat dan selalu mengikuti pengejian rutin.Tak lupa mereka mengajak ayah ibunnya untuk berbuat baik juga.
                                                                            SELESAI

Cerpen 1



Tahun Baru Masehi
( Hareta Shofi Athiyya_5 Tabligh )

            Malam itu, Kayla dan keluarganya sedang menonton televisi di ruang TV, atau ruang keluarga. Mereka menonton televisi sambil mengobrol.
“ Kayla, nanti kamu keluar, enggak?” tanya bunda. Kayla menoleh kepada bunda, dia heran. Kan, bunda melarangnya keluar malam-malam.
“ Lho, memangnya kenapa bun? Bukannya, bunda enggak bolehin aku keluar malam-malam?” jawab Kayla heran.
“ Kayla, kan sekarang, disini ada perayaan Tahun Baru Masehi! Dari jam 11 malam sampai jam 3 pagi!” Kak Nayla menjawab.
“ Oh iya, ya! Ya iyalah, Kayla akan keluar!” seru Kayla.
“ Sudah jam setengah 11 malam. Ya udah, kalau gitu siap-siap dulu! Enggak usah ganti baju, pakai baju rumah aja enggak apa-apa. Jangan lupa jaket dan jilbab,” perintah ayah.
            Keluarga Kayla pun bersiap-siap. Mereka membawa 3 ikan untuk dibakar dan dimakan bersama-sama. Oh ya, untuk perayaan Tahun Baru Masehi, RT tempat Kayla tinggal merayakannya di depan pos ronda yang luas.
“ Ayo, Kayla, Nayla!” seru bunda memerintahkan Kayla dan kak Nayla lebih cepat.
“ Iya bun!” jawab Kayla dan kak Nayla sambil keluar dari rumah. Mereka bersama-sama menuju pos ronda yang jaraknya hanya 1 meter dari rumah keluarga Kayla.
            Sesampainya di depan pos ronda, sudah banyak orang. Banyak teman-teman Kayla yang datang ke perayaan Tahun Baru Masehi. Sambil menunggu jam 12 malam lebih 1 menit, mereka membakar ikan bersama yang lainnya. Bapak-bapak menggelar tikar dan menyiapkan LCD untuk menonton film layar lebar. Anak-anak, termasuk Kayla bermain-main.
“ Enak banget ya, tahun baru kali ini! Apalagi, ada ikan bakar!” seru Nysa, teman Kayla. Kayla mengangguk setuju.
            Pos ronda dan sekitarnya dipenuhi hiasan.  Nonton film-nya, di sebuah tembok kosong. Layarnya diarahkan kesana. Semuanya baru. Hiasan, LCD, alat untuk membakar ikan, petasan-petasan… menghabiskan lebih dari 1 juta. Boros sekali, ya?
            Akhirnya, tibalah jam 12 lebih 1 menit. Sekarang, sudah tanggal 1 Januari 2013. Semuanya sangat senang. Lalu, semuanya berkumpul dan mengambil nasi dan ikan bakar, lalu makan di tikar yang sudah disediakan. Seluruh warga RT 04, tempat tinggal Kayla mengobrol sambil makan ikan bakar dan menonton film layar lebar. Semuanya berlangsung meriah. Setelah selesai makan-makan dan menonton film layar lebar, bapak-bapak menyalakan petasan. Ada yang senang, berteriak-teriak, dan berbagai ekspresi lainnya saat mendengar suara petasan yang begitu keras.
            Pukul 3 pagi, acara selesai. Semua warga RT 04 kembali kerumahnya masing-masing, termasuk keluarga Kayla. Dirumah, keluarga Kayla langsung asyik bercerita mengenai perayaan Tahun Baru Masehi yang baru saja dialami. Keluarga Kayla bercerita sampai jam 5 pagi.
“ Ayo kita shalat shubuh dulu!” ajak ayah. Lalu, mereka shalat berjamaah dan langsung bersiap-siap untuk kegiatan masing-masing.
            Pukul setengah 7 pagi, ayah, Kayla dan Kak Nayla berangkat. Ayah ke kantor, dan Kayla dan kak Nayla ke sekolah. Bunda hanya di rumah, karena beliau seorang ibu rumah tangga.
            Di sekolah, saat istirahat, Kayla dan sahabatnya, Caesa dan Shella berkumpul di kelas mereka dan asyik mengobrol tentang Tahun Baru Masehi.
“ Kemarin, jam 11 malam sampai jam 3 pagi, RT-ku membakar ikan, nonton film layar lebar dan nyalain petasan, lho.. asyik banget!” kata Kayla bercerita.
“ Kalau di RT-ku, kami membakar daging ayam, berkeliling perumahan, menyalakan petasan dan menonton film layar lebar! Tentu lebih asyikan aku, dong!” Shella tidak mau kalah, dia ikut bercerita tentang pengalaman perayaan Tahun Baru Masehi-nya.
“ Kalau aku sih, di rumah saja..” Caesa berkata pendek.
“ Memangnya kenapa, Sa?” tanya Shella heran.
“ Iya, kok kamu enggak merayakan Tahun Baru Masehi. Padahal kan, kalau dirayakan asyik banget,” Kayla juga bertanya.
“ Kita kan, orang Islam.. seharusnya, kalau ada Tahun Baru Masehi, kita enggak boleh merayakannya dengan cara seperti itu.. membakar ikan, menyalakan petasan, dan cara-cara tidak Islami lainnya… kan, dosa. Lebih baik, kita membuat acara pengajian, atau cara-cara Islam lainnya untuk menyambut tahun baru..” jelas Caesa.
“ Ohh, harusnya begitu ya??” Kayla mengangguk-angguk.
“ Kalau gitu, aku janji deh, enggak akan merayakan tahun baru dengan cara tidak Islami seperti tadi pagi lagi! Aku mau merayakan tahun baru dengan cara-cara yang Islami aja..” kata Shella berjanji.
“ Aku juga!” sahut Kayla ikutan.
“ Benar, nih? Enggak bohong kan?” tanya Caesa memastikan.
“ Ya iyalah, kami nggak bohong! Iya, kami janji!” jawab Kayla dan Shella kompak.
Tamat