Tahun Baru Masehi
( Hareta Shofi Athiyya_5 Tabligh )
Malam itu, Kayla dan keluarganya sedang menonton televisi
di ruang TV, atau ruang keluarga. Mereka menonton televisi sambil mengobrol.
“ Kayla, nanti kamu keluar,
enggak?” tanya bunda. Kayla menoleh kepada bunda, dia heran. Kan, bunda
melarangnya keluar malam-malam.
“ Lho, memangnya kenapa bun?
Bukannya, bunda enggak bolehin aku keluar malam-malam?” jawab Kayla heran.
“ Kayla, kan sekarang, disini
ada perayaan Tahun Baru Masehi! Dari jam 11 malam sampai jam 3 pagi!” Kak Nayla
menjawab.
“ Oh iya, ya! Ya iyalah, Kayla
akan keluar!” seru Kayla.
“ Sudah jam setengah 11 malam.
Ya udah, kalau gitu siap-siap dulu! Enggak usah ganti baju, pakai baju rumah
aja enggak apa-apa. Jangan lupa jaket dan jilbab,” perintah ayah.
Keluarga Kayla pun bersiap-siap. Mereka membawa 3 ikan
untuk dibakar dan dimakan bersama-sama. Oh ya, untuk perayaan Tahun Baru
Masehi, RT tempat Kayla tinggal merayakannya di depan pos ronda yang luas.
“ Ayo, Kayla, Nayla!” seru
bunda memerintahkan Kayla dan kak Nayla lebih cepat.
“ Iya bun!” jawab Kayla dan kak
Nayla sambil keluar dari rumah. Mereka bersama-sama menuju pos ronda yang
jaraknya hanya 1 meter dari rumah keluarga Kayla.
Sesampainya di depan pos ronda, sudah banyak orang.
Banyak teman-teman Kayla yang datang ke perayaan Tahun Baru Masehi. Sambil
menunggu jam 12 malam lebih 1 menit, mereka membakar ikan bersama yang lainnya.
Bapak-bapak menggelar tikar dan menyiapkan LCD untuk menonton film layar lebar.
Anak-anak, termasuk Kayla bermain-main.
“ Enak banget ya, tahun baru
kali ini! Apalagi, ada ikan bakar!” seru Nysa, teman Kayla. Kayla mengangguk
setuju.
Pos ronda dan sekitarnya dipenuhi hiasan. Nonton film-nya, di sebuah tembok kosong.
Layarnya diarahkan kesana. Semuanya baru. Hiasan, LCD, alat untuk membakar
ikan, petasan-petasan… menghabiskan lebih dari 1 juta. Boros sekali, ya?
Akhirnya, tibalah jam 12 lebih 1 menit. Sekarang, sudah
tanggal 1 Januari 2013. Semuanya sangat senang. Lalu, semuanya berkumpul dan
mengambil nasi dan ikan bakar, lalu makan di tikar yang sudah disediakan.
Seluruh warga RT 04, tempat tinggal Kayla mengobrol sambil makan ikan bakar dan
menonton film layar lebar. Semuanya berlangsung meriah. Setelah selesai
makan-makan dan menonton film layar lebar, bapak-bapak menyalakan petasan. Ada
yang senang, berteriak-teriak, dan berbagai ekspresi lainnya saat mendengar
suara petasan yang begitu keras.
Pukul 3 pagi, acara selesai. Semua warga RT 04 kembali
kerumahnya masing-masing, termasuk keluarga Kayla. Dirumah, keluarga Kayla
langsung asyik bercerita mengenai perayaan Tahun Baru Masehi yang baru saja
dialami. Keluarga Kayla bercerita sampai jam 5 pagi.
“ Ayo kita shalat shubuh dulu!”
ajak ayah. Lalu, mereka shalat berjamaah dan langsung bersiap-siap untuk
kegiatan masing-masing.
Pukul setengah 7 pagi, ayah, Kayla dan Kak Nayla
berangkat. Ayah ke kantor, dan Kayla dan kak Nayla ke sekolah. Bunda hanya di
rumah, karena beliau seorang ibu rumah tangga.
Di sekolah, saat istirahat, Kayla dan sahabatnya, Caesa
dan Shella berkumpul di kelas mereka dan asyik mengobrol tentang Tahun Baru
Masehi.
“ Kemarin, jam 11 malam sampai
jam 3 pagi, RT-ku membakar ikan, nonton film layar lebar dan nyalain petasan,
lho.. asyik banget!” kata Kayla bercerita.
“ Kalau di RT-ku, kami membakar
daging ayam, berkeliling perumahan, menyalakan petasan dan menonton film layar
lebar! Tentu lebih asyikan aku, dong!” Shella tidak mau kalah, dia ikut
bercerita tentang pengalaman perayaan Tahun Baru Masehi-nya.
“ Kalau aku sih, di rumah
saja..” Caesa berkata pendek.
“ Memangnya kenapa, Sa?” tanya
Shella heran.
“ Iya, kok kamu enggak
merayakan Tahun Baru Masehi. Padahal kan, kalau dirayakan asyik banget,” Kayla
juga bertanya.
“ Kita kan, orang Islam.. seharusnya,
kalau ada Tahun Baru Masehi, kita enggak boleh merayakannya dengan cara seperti
itu.. membakar ikan, menyalakan petasan, dan cara-cara tidak Islami lainnya…
kan, dosa. Lebih baik, kita membuat acara pengajian, atau cara-cara Islam
lainnya untuk menyambut tahun baru..” jelas Caesa.
“ Ohh, harusnya begitu ya??”
Kayla mengangguk-angguk.
“ Kalau gitu, aku janji deh,
enggak akan merayakan tahun baru dengan cara tidak Islami seperti tadi pagi
lagi! Aku mau merayakan tahun baru dengan cara-cara yang Islami aja..” kata
Shella berjanji.
“ Aku juga!” sahut Kayla
ikutan.
“ Benar, nih? Enggak bohong
kan?” tanya Caesa memastikan.
“ Ya iyalah, kami nggak bohong!
Iya, kami janji!” jawab Kayla dan Shella kompak.
2 komentar:
Karya-karyanya menariikk.. :)
#FLP Al Irsyad 02 Pwt, sukses terus!
Syukron dukung terus yaa...
Posting Komentar