Jumat, 18 Januari 2013

Cerpen 1



Tahun Baru Masehi
( Hareta Shofi Athiyya_5 Tabligh )

            Malam itu, Kayla dan keluarganya sedang menonton televisi di ruang TV, atau ruang keluarga. Mereka menonton televisi sambil mengobrol.
“ Kayla, nanti kamu keluar, enggak?” tanya bunda. Kayla menoleh kepada bunda, dia heran. Kan, bunda melarangnya keluar malam-malam.
“ Lho, memangnya kenapa bun? Bukannya, bunda enggak bolehin aku keluar malam-malam?” jawab Kayla heran.
“ Kayla, kan sekarang, disini ada perayaan Tahun Baru Masehi! Dari jam 11 malam sampai jam 3 pagi!” Kak Nayla menjawab.
“ Oh iya, ya! Ya iyalah, Kayla akan keluar!” seru Kayla.
“ Sudah jam setengah 11 malam. Ya udah, kalau gitu siap-siap dulu! Enggak usah ganti baju, pakai baju rumah aja enggak apa-apa. Jangan lupa jaket dan jilbab,” perintah ayah.
            Keluarga Kayla pun bersiap-siap. Mereka membawa 3 ikan untuk dibakar dan dimakan bersama-sama. Oh ya, untuk perayaan Tahun Baru Masehi, RT tempat Kayla tinggal merayakannya di depan pos ronda yang luas.
“ Ayo, Kayla, Nayla!” seru bunda memerintahkan Kayla dan kak Nayla lebih cepat.
“ Iya bun!” jawab Kayla dan kak Nayla sambil keluar dari rumah. Mereka bersama-sama menuju pos ronda yang jaraknya hanya 1 meter dari rumah keluarga Kayla.
            Sesampainya di depan pos ronda, sudah banyak orang. Banyak teman-teman Kayla yang datang ke perayaan Tahun Baru Masehi. Sambil menunggu jam 12 malam lebih 1 menit, mereka membakar ikan bersama yang lainnya. Bapak-bapak menggelar tikar dan menyiapkan LCD untuk menonton film layar lebar. Anak-anak, termasuk Kayla bermain-main.
“ Enak banget ya, tahun baru kali ini! Apalagi, ada ikan bakar!” seru Nysa, teman Kayla. Kayla mengangguk setuju.
            Pos ronda dan sekitarnya dipenuhi hiasan.  Nonton film-nya, di sebuah tembok kosong. Layarnya diarahkan kesana. Semuanya baru. Hiasan, LCD, alat untuk membakar ikan, petasan-petasan… menghabiskan lebih dari 1 juta. Boros sekali, ya?
            Akhirnya, tibalah jam 12 lebih 1 menit. Sekarang, sudah tanggal 1 Januari 2013. Semuanya sangat senang. Lalu, semuanya berkumpul dan mengambil nasi dan ikan bakar, lalu makan di tikar yang sudah disediakan. Seluruh warga RT 04, tempat tinggal Kayla mengobrol sambil makan ikan bakar dan menonton film layar lebar. Semuanya berlangsung meriah. Setelah selesai makan-makan dan menonton film layar lebar, bapak-bapak menyalakan petasan. Ada yang senang, berteriak-teriak, dan berbagai ekspresi lainnya saat mendengar suara petasan yang begitu keras.
            Pukul 3 pagi, acara selesai. Semua warga RT 04 kembali kerumahnya masing-masing, termasuk keluarga Kayla. Dirumah, keluarga Kayla langsung asyik bercerita mengenai perayaan Tahun Baru Masehi yang baru saja dialami. Keluarga Kayla bercerita sampai jam 5 pagi.
“ Ayo kita shalat shubuh dulu!” ajak ayah. Lalu, mereka shalat berjamaah dan langsung bersiap-siap untuk kegiatan masing-masing.
            Pukul setengah 7 pagi, ayah, Kayla dan Kak Nayla berangkat. Ayah ke kantor, dan Kayla dan kak Nayla ke sekolah. Bunda hanya di rumah, karena beliau seorang ibu rumah tangga.
            Di sekolah, saat istirahat, Kayla dan sahabatnya, Caesa dan Shella berkumpul di kelas mereka dan asyik mengobrol tentang Tahun Baru Masehi.
“ Kemarin, jam 11 malam sampai jam 3 pagi, RT-ku membakar ikan, nonton film layar lebar dan nyalain petasan, lho.. asyik banget!” kata Kayla bercerita.
“ Kalau di RT-ku, kami membakar daging ayam, berkeliling perumahan, menyalakan petasan dan menonton film layar lebar! Tentu lebih asyikan aku, dong!” Shella tidak mau kalah, dia ikut bercerita tentang pengalaman perayaan Tahun Baru Masehi-nya.
“ Kalau aku sih, di rumah saja..” Caesa berkata pendek.
“ Memangnya kenapa, Sa?” tanya Shella heran.
“ Iya, kok kamu enggak merayakan Tahun Baru Masehi. Padahal kan, kalau dirayakan asyik banget,” Kayla juga bertanya.
“ Kita kan, orang Islam.. seharusnya, kalau ada Tahun Baru Masehi, kita enggak boleh merayakannya dengan cara seperti itu.. membakar ikan, menyalakan petasan, dan cara-cara tidak Islami lainnya… kan, dosa. Lebih baik, kita membuat acara pengajian, atau cara-cara Islam lainnya untuk menyambut tahun baru..” jelas Caesa.
“ Ohh, harusnya begitu ya??” Kayla mengangguk-angguk.
“ Kalau gitu, aku janji deh, enggak akan merayakan tahun baru dengan cara tidak Islami seperti tadi pagi lagi! Aku mau merayakan tahun baru dengan cara-cara yang Islami aja..” kata Shella berjanji.
“ Aku juga!” sahut Kayla ikutan.
“ Benar, nih? Enggak bohong kan?” tanya Caesa memastikan.
“ Ya iyalah, kami nggak bohong! Iya, kami janji!” jawab Kayla dan Shella kompak.
Tamat

2 komentar:

Diah Neufy mengatakan...

Karya-karyanya menariikk.. :)

#FLP Al Irsyad 02 Pwt, sukses terus!

FLP Kids Al Irsyad Purwokerto mengatakan...

Syukron dukung terus yaa...